Bekasi, aspirasidirect.com
Dalam khutbah Jumat bertema “Empat Perenggut Kepada Manusia”, Ustad Munandar menyampaikan nasehat religius mendalam mengenai hakikat kehidupan duniawi yang bersifat sementara. Beliau mengingatkan umat Islam akan pentingnya mempersiapkan bekal ketakwaan serta menjaga sikap dan lisan sebelum ajal menjemput.(2/10).
Dalam pemaparannya, Ustaz Munandar menjelaskan empat hal utama yang dipastikan akan mendatangi dan merenggut hal-hal paling berharga dari diri setiap manusia:
Malaikat Maut (Merenggut Nyawa)
Kematian merupakan kepastian yang tidak memandang usia, status, maupun kesiapan harta. Menyitir Surah Ali ‘Imran ayat 185, beliau menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Umat diimbau untuk tidak menunda bertobat karena kedatangan ajal tidak dapat diprediksi.
Ahli Waris (Merenggut Harta)
Harta kekayaan yang dikumpulkan siang dan malam pada akhirnya akan berpindah tangan. Mengutip hadis riwayat Muslim, hakikat harta sejati manusia bukanlah apa yang disimpan, melainkan apa yang dimakan, dipakai hingga usang, atau disedekahkan sebagai tabungan pahala di akhirat.
Tanah dan Ulat (Merenggut Tubuh)
Fisik yang senantiasa dirawat dan dibanggakan kelak akan kembali ke tanah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Thaha ayat 55. Di dalam kubur, kemewahan fisik tak lagi berarti; hanya iman dan amal saleh yang akan dihisab dan menjadi penolong.
Para Penuntut (Merenggut Pahala)
Poin ini menjadi peringatan paling menakutkan, di mana pahala dari amalan ibadah seperti shalat, puasa, dan zakat dapat habis diambil oleh orang-orang yang pernah disakiti, difitnah, atau dizalimi lisannya semasa hidup di dunia.
Sebagai penutup, Ustaz Munandar mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mawas diri, memperbanyak bekal akhirat, serta menjaga lisan dan akhlak agar terhindar dari kerugian di hari kiamat dan meraih akhir hayat yang husnul khotimah.(s).









