Bekasi, aspirasidirect.com
Kepulangan jemaah dari Tanah Suci Makkah menjadi momen penuh syukur bagi keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan RT Rodih, warga Kampung Pilar, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, saat menceritakan suasana setelah istrinya kembali dari menjalankan ibadah umrah, Kamis (2/10/2026).
Rodih mengungkapkan, baru satu hari istrinya tiba di rumah, sejumlah saudara, kerabat, sahabat, hingga tetangga terdekat sudah berdatangan untuk bersilaturahmi dan menyampaikan doa serta ucapan selamat atas kepulangan dari Tanah Suci.
“Terima kasih kepada saudara, kerabat, sahabat, dan para tetangga yang sudah menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi. Kami sangat bersyukur dan senang atas perhatian serta doa yang diberikan,” ujar Rodih.
Menurutnya, tradisi kunjung-mengunjungi setelah kepulangan jemaah umrah sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan mempererat hubungan antarwarga.
Keluarga jemaah umrah biasanya menggelar syukuran atas kepulangan dari Tanah Suci atau yang dalam literatur Islam dikenal dengan istilah Walimatul Naqi’ah. Kegiatan tersebut dapat diisi dengan doa bersama, berbagi cerita mengenai perjalanan ibadah, serta menyuguhkan makanan kepada para tamu.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, silaturahmi juga menjadi kesempatan bagi keluarga, tetangga, dan sahabat untuk mendoakan jemaah agar ibadahnya diterima Allah SWT serta memperoleh keberkahan setelah kembali ke tanah air.
“Tradisi seperti ini menurut saya sangat baik karena bisa menjaga hubungan kekeluargaan dan kerukunan. Selain bersilaturahmi, kita juga bisa saling mendoakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, para tamu yang datang juga biasanya mendapatkan oleh-oleh khas dari Tanah Suci, seperti kurma, air zamzam, kismis, kacang-kacangan, cokelat, maupun perlengkapan ibadah.
Rodih berharap tradisi silaturahmi tersebut terus terjaga di tengah masyarakat. Menurutnya, kedatangan keluarga, kerabat, sahabat, dan tetangga bukan hanya menjadi bentuk perhatian, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang bersilaturahmi tetap memperhatikan kondisi jemaah yang baru pulang dari perjalanan jauh, termasuk tidak berlama-lama bertamu agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.
“Yang terpenting suasananya tetap positif, saling mendoakan dan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ibadah,” pungkasnya.(s).










