Breaking News
Beranda » HUKUM

Kisah Tak Terduga Pascatsunami Palu! Sudah Punya Akta Kematian, Rafka Dikabarkan Pulang Hidup Setelah 8 Tahun Hilang

Palu,aspirasidirect.com
Kisah mengharukan sekaligus mengejutkan datang dari keluarga Rafka Alfarizqi. Pemuda yang dikabarkan hilang sejak bencana gempa bumi dan tsunami Palu pada 28 September 2018 itu disebut telah kembali ke kampung halamannya di Bongka Makmur dalam keadaan hidup, setelah keluarganya menganggap dirinya telah meninggal dunia.

Cerita tersebut diunggah oleh konten kreator Facebook Nia Naura pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 10.46 WITA. Dalam unggahannya, Nia mengungkapkan bahwa keluarga besar telah mengikhlaskan kepergian sang adik. Bahkan, menurut keterangannya, akta kematian Rafka telah diterbitkan.

Nia menuliskan, “2 minngu yg llu dia ping ke kampung nya Bongka makmur, MasyaAllah kagetnya kmi sekeluarga karna dia msih Hidup.”

Berdasarkan informasi tambahan yang beredar, Rafka disebut sempat mengalami koma dan kehilangan ingatan setelah bencana. la dikabarkan kemudian tinggal di wilayah Morowali dengan nama Zen. Ingatannya disebut mulai kembali setelah melihat video tentang Jembatan Bongka di Tik Tok. Namun, kronologi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Unggahan ini mengundang tanggapan emosional dari warganet, terutama keluarga yang masih mencari kerabat mereka sejak bencana 2018.

Anya Kalukubula Meubel, yang mengaku keluarganya juga kehilangan seorang adik, menuliskan, “Itu yg menjadi pertanyaan kami..,, skali Ig maaf, krn kami jg masih berharap keajaiban.”

Sementara itu, Evie Mokoginta mengungkapkan bahwa adiknya menjadi salah satu korban likuefaksi di Petobo dan hingga kini belum diketahui nasibnya. la turut berharap mendapatkan kepastian mengenai keberadaan sang adik.

Kisah yang dibagikan Nia Naura ini kembali menghidupkan harapan keluarga korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Palu. Meski demikian, identitas serta kronologi kepulangan Rafka perlu dipastikan melalui keterangan keluarga dan pihak terkait agar informasi yang beredar tetap akurat.

Bagi keluarga yang masih menanti kabar orang tercinta, cerita ini menjadi pengingat akan panjangnya perjuangan menghadapi kehilangan dan ketidakpastian sejak bencana 2018. (r).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga