Tangguhkan Pembebasan Sandera Berikutnya Oleh Hamas,Israel Tuduh ‘Pelanggaran Penuh’ Kesepakatan Gencatan Senjata

Gaza, aspirasidirect.com
Kelompok militan Palestina Hamas, Senin (10/2) mengumumkan pihaknya akan menangguhkan pertukaran sandera dan tahanan berikutnya hingga waktu yang belum ditentukan, setelah menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok tersebut.

“Pembebasan para tahanan (sandera Israel), yang dijadwalkan pada Sabtu mendatang, 15 Februari 2025, akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut, sambil menunggu kepatuhan (otoritas) pendudukan dan pemenuhan kewajiban minggu-minggu sebelumnya secara retroaktif,” ungkap Abu Ubaida, juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, melalui pernyataan tertulis.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap ketentuan perjanjian selama (otoritas) pendudukan mematuhinya,” tambahnya, merujuk pada Israel.

Menteri pertahanan Israel, Israel Katz, Senin (10/2) menyebut pengumuman Hamas sebagai “pelanggaran penuh” kesepakatan gencatan senjata.

“Pengumuman Hamas untuk menghentikan pembebasan sandera Israel merupakan pelanggaran penuh kesepakatan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera. Saya telah memerintahkan (militer) IDF untuk bersiap pada tingkat kewaspadaan tertinggi untuk segala kemungkinan skenario di Gaza,” urai Katz melalui pernyataan tertulis.

erdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, di mana fase pertama dimulai sejak 19 Januari 2025, sebanyak 33 sandera Israel akan dibebaskan sebagai ganti bagi sekitar 1.900 tahanan, yang sebagian besarnya merupakan warga Palestina, yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Pada Sabtu (8/2), mereka menyelesaikan pertukaran sandera-tahanan kelima, yang mempertukarkan tiga sandera Israel dengan 183 tahanan Palestina.

Dengan kembalinya mereka, 73 dari 251 sandera yang ditawan Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023 kini masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Melalui pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa mereka telah “memantau dengan saksama pelanggaran dan kegagalan musuh untuk mematuhi ketentuan kesepakatan selama tiga minggu terakhir.”

“(Pelanggaran) ini termasuk menunda kembalinya para pengungsi ke Gaza utara, menyasar mereka dengan serangan artileri dan tembakan di berbagai daerah di Jalur Gaza, dan tidak mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dalam segala bentuk seperti yang telah disepakati,” tambahnya, sambil menegaskan bahwa Hamas telah “memenuhi kewajibannya”.(red).

Related Posts

Panitia Pilkades Karangsegar Tunggu Verifikasi Resmi Terkait Polemik Ijazah Toyang

Ketua umum LSM GANAS

Berita Selengkapnya
Pria Yang Diduga ODGJ di Jakarta,Kini Diamankan Polisi

Pengamanan pria yang diduga odgj

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Panitia Pilkades Karangsegar Tunggu Verifikasi Resmi Terkait Polemik Ijazah Toyang

  • 4 views
Panitia Pilkades Karangsegar Tunggu Verifikasi Resmi Terkait Polemik Ijazah Toyang

Pria Yang Diduga ODGJ di Jakarta,Kini Diamankan Polisi

  • 4 views
Pria Yang Diduga ODGJ di Jakarta,Kini Diamankan Polisi

Babinsa Dampingi Pendistribusian Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Desa Karangharja

  • 6 views
Babinsa Dampingi Pendistribusian Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Desa Karangharja

Pemerintah Kembali Mengirimkan Bantuan Logistik ke Nusa Tenggara Timur

  • 7 views
Pemerintah Kembali Mengirimkan Bantuan Logistik ke Nusa Tenggara Timur

Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Pendaki Asal Brebes Dilakukan Evakuasi Tim SAR

  • 7 views
Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Pendaki Asal Brebes Dilakukan Evakuasi Tim SAR

Kisah Haru Sang Ibu, Saat Gempa Mag 7,7 di Flores NTT

  • 8 views
Kisah Haru Sang Ibu, Saat Gempa Mag 7,7 di Flores NTT