Diduga Tewas Tersambar Kereta, Keluarga di Tambun Minta Keadilan

Bekasi,aspirasidirect.com – Isak tangis pecah di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi. Seorang ibu, Sri Atun (48), tak kuasa menahan pilu saat memastikan bahwa jasad yang ditemukan di jalur rel kereta api Tambun–Bekasi pada Kamis (22/5/2025) adalah anak kandungnya, Dzaky Mubarok (16).

Remaja asal Jakarta itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kilometer 33+100 petak jalur Tambun–Bekasi sekitar pukul 09.30 WIB. Tubuh korban mengalami luka parah dengan patah tulang di beberapa bagian dan wajah rusak berat. Diduga kuat, korban tewas akibat tersambar kereta api yang melintas di lokasi tersebut.

Kronologi dari Keterangan Sang Ibu
Menurut pengakuan Sri Atun, kejadian bermula pada malam sebelumnya.

“Sekitar jam delapan malam saya suruh dia beli obat sakit kepala ke warung. Tapi setelah itu dia tidak pulang-pulang. Saya cari ke mana-mana tidak ketemu,” ucapnya dengan suara lirih saat ditemui Senin (20/10/2025).

Pencarian sang ibu berlangsung hingga subuh tanpa hasil. Keesokan paginya, ia mendapat kabar bahwa ada sesosok mayat di jalur rel Tambun. “Begitu saya lihat, saya langsung tahu itu anak saya. Dari baju, celana, dan sandalnya,” tutur Sri Atun sambil menahan tangis.

Korban diketahui merupakan pelajar kelas 3 SMP di Jakarta. Ia tengah berlibur di Tambun sambil menunggu pengumuman kelulusan dan berencana melanjutkan sekolah di Bekasi.

Proses Penanganan dan Kendala Asuransi

Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil pemeriksaan medis menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tersambar kereta.

Namun, dalam proses administrasi klaim asuransi Jasa Raharja, keluarga menghadapi kendala karena data pelengkap belum lengkap — salah satunya tidak diketahui nama kereta yang melintas saat kejadian.

“Kami sudah berusaha menanyakan ke pihak Stasiun Tambun, tapi belum ada kejelasan. Katanya tidak ada laporan dari masinis pada waktu itu,” ungkap Siti, kerabat korban yang juga membantu mendampingi keluarga bersama kuasa hukum.

Kuasa hukum keluarga pun telah mendatangi Polsek Tambun untuk melakukan BAP tambahan guna memperjelas kronologi peristiwa.

Permintaan Keadilan dan Bantuan

Sri Atun, seorang janda yang bekerja sebagai buruh cuci, kini berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak terkait, termasuk PT KAI dan Jasa Raharja, untuk menyelesaikan persoalan administrasi anaknya.

“Saya cuma ingin kejelasan dan bantuan agar hak anak saya bisa diselesaikan. Saya sudah kehilangan, jangan ditambah dengan kesulitan lagi,” ujarnya lirih.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Stasiun Tambun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi wartawan masih terus dilakukan.(*).

Related Posts

Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Terkait PT Yongwoo Internasional Sudah Klarifikasi Sesuai Prosedur

Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi

Berita Selengkapnya
Bendungan Danawareja Bojong Meluap, Warga Sempat Panik

Bendungan Danawareja Bojong Meluap

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Bendungan Danawareja Bojong Meluap, Warga Sempat Panik

  • 2 views
Bendungan Danawareja Bojong  Meluap, Warga Sempat Panik

Pipa Induk PDAM Cirebon Jebol, Distribusi Air ke Berbagai Wilayah Terganggu

  • 5 views
Pipa Induk PDAM Cirebon Jebol, Distribusi Air ke Berbagai Wilayah Terganggu

Usai Berhasil Ngambil Burung Murai di Pedurenan, Pelaku Nyengir Kegirangan

  • 6 views
Usai Berhasil Ngambil Burung Murai di Pedurenan, Pelaku Nyengir Kegirangan

Terjadi Pencurian Paket di Kampung Pulo Kalibata, Terpantau CCTV Mendorong Anaknya Untuk Melakukan Pencurian

  • 6 views
Terjadi Pencurian Paket di Kampung Pulo Kalibata, Terpantau CCTV Mendorong Anaknya Untuk Melakukan Pencurian

Berpura-pura Jadi Pengamen, Motor Raib Digondol di KSB

  • 9 views
Berpura-pura Jadi Pengamen, Motor Raib Digondol di KSB

Api Melalap Pusat Perbelanjaan Rita Pasaraya Cilacap

  • 8 views
Api Melalap Pusat Perbelanjaan Rita Pasaraya Cilacap