Presiden Prabowo Ultimatum Bekukan Bea Cukai Jika Tak Perbaiki Kinerja

Jakarta, aspirasidirect.com
Presiden Prabowo Subianto memberi waktu satu tahun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Purbaya mengungkapkan Prabowo telah melemparkan ultimatum keras kepada Bea dan Cukai.

Menurutnya, Prabowo siap membekukan instansi tersebut dan mengembalikan fungsi pemeriksaan kepabeanan kepada surveyor swasta internasional, Société Générale de Surveillance (SGS), layaknya era Orde Baru apabila kinerja dan citra publik mereka tak kunjung membaik.

“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).(red).

Related Posts

Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

Deklarasi damai para calon kades se-Kecamatan Karang Bahagia

Berita Selengkapnya
Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

Bantuan air bersih

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

  • 2 views
Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

  • 3 views
Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Ini Keterangan Balai Besar

  • 7 views
Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Ini Keterangan Balai Besar

KPK Geledah Rumah Anggota Polri Terkait Kasus Mantan Bupati Bekasi

  • 8 views
KPK Geledah Rumah Anggota Polri Terkait Kasus Mantan Bupati Bekasi

Pengambilan Nomor Urut Calon Kepala Desa Karangsatu Mendapat Pengamanan TNI-Polri

  • 10 views
Pengambilan Nomor Urut Calon Kepala Desa Karangsatu Mendapat Pengamanan TNI-Polri

Api Melalap Gudang Palet di Cikarang Utara

  • 11 views
Api Melalap Gudang Palet di Cikarang Utara