Miris,Habibi Seorang Bocah di Bekasi Masih Duduk Dibangku Sekolah Dasar Menarik Delman Untuk Bertahan Hidup

Bekasi, aspirasidirect.com
Khoirul Ahmad Habibi, seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah, siswa kelas 4 SDN Srimukti 02 di Kabupaten Bekasi benar-benar menyentuh hati. Habibi yang baru berusia 11 tahun, harus menghadapi kenyataan hidup yang tidak mudah. Demi tetap bisa bersekolah, dirinya rela menjadi kernet delman dan mengurus kuda milik majikannya.

Dia harus bekerja membantu Agus, pemilik delman di Desa Karang Satria. Tugasnya adalah mengurus kuda, memberi makan, dan membantu menarik delman. Lalu dari hasil kerjanya, Habibi mendapatkan upah sekitar 20 hingga 50 ribu rupiah, tergantung banyaknya penumpang yang menggunakan jasa delman tersebut. Uang yang ia dapatkan digunakan untuk keperluan sekolah dan kebutuhan pribadinya.

Tantangan hidup Habibi memang penuh tantangan. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah kontrakan kecil di Desa Sriamur, Tambun Utara. Asep Rusliadi, ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Sami, sedang berada di rumah sakit untuk merawat adiknya yang sakit. Selain itu, keluarga Habibi juga harus menanggung biaya hidup kakek-neneknya serta seorang adik ipar yang mengalami disabilitas mental.

Keterbatasan ekonomi keluarga membuat Habibi hampir putus sekolah. Meskipun sekolahnya tidak memungut biaya, jarak yang cukup jauh dan tidak adanya uang jajan membuat perjuangannya semakin berat. Setiap hari, ia harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer untuk sampai ke sekolah.

Meski demikian, semangat Habibi untuk belajar tidak pernah surut. Ia tetap berusaha membagi waktu antara sekolah dan bekerja. Bahkan, ia rela mengorbankan waktu bermainnya demi membantu meringankan beban keluarganya. “Saya narik delman Sabtu atau Minggu. Biasanya dapat uang 20 atau 30 ribu buat sekolah,” ujar Habibi.(10/2).

Di sisi lain, Agus, pemilik delman tempat Habibi bekerja, mengaku iba melihat kondisi ekonomi keluarga Habibi. Ia pun memberikan kesempatan kepada Habibi untuk bekerja meski usianya masih sangat muda. “Dia sudah tiga bulan ikut saya. Biasanya dia ngurusin kuda, kasih makan kuda. Kalau narik delman, saya kasih duit 30 atau 50 ribu tergantung penumpang,” ungkap Agus.

Ayah Habibi mengatakan, walaupun pahit dalam kehidupan itu harus di rasakan.
“Awalnya dari diri dia sendiri ingin cari uang buat jajan dan sekolah. Saya izinkan karena saya tidak bisa memberikan uang jajan. Yang penting dia bisa tetap sekolah,” kata Asep.

Kehidupan Habibi adalah cerminan hidup seorang anak yang tangguh untuk bertahan hidup.(rd).

Related Posts

Mohon doa restu dan dukungannya, Karya Supriyadi Maju di Pengisian Anggota BPD Karanganyar

Karya Supriyadi calon anggota BPD Karanganyar

Berita Selengkapnya
Polsek Kedung Waringin Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim Piatu

Giat Polsek Kedungwaringin

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Polres Metro Bekasi Ungkap 19 Kasus Curanmor Hingga Mei 2026

  • 6 views
Polres Metro Bekasi Ungkap 19 Kasus Curanmor Hingga Mei 2026

Mahasiswa ITB Bandung Dilaporkan Hilang Saat Pendakian di Gunung Puntang

  • 6 views
Mahasiswa ITB Bandung Dilaporkan Hilang Saat Pendakian di Gunung Puntang

Presiden Prabowo Perkecil Ketegangan Geopolitik, Bicara di KTT ke-48 ASEAN

  • 8 views
Presiden Prabowo  Perkecil  Ketegangan Geopolitik, Bicara di KTT ke-48 ASEAN

Erupsi Gunung Dukono di Maluku Telan Korban Jiwa

  • 8 views
Erupsi Gunung Dukono di Maluku Telan Korban Jiwa

Kecelakaan Bus ALS Bertabrakan Dengan Truk Pengangkut BBM

  • 12 views
Kecelakaan Bus ALS Bertabrakan Dengan Truk Pengangkut BBM

Debit Air di Cipamingkis Meningkat,BPBD Kab Bogor:Warga Harap Waspada

  • 19 views
Debit Air di Cipamingkis Meningkat,BPBD Kab Bogor:Warga Harap Waspada