Bandung, aspirasidirect.com
Pengurus dan jamaah Dewan Pengurus Cabang IQOMAH Nusantara Kabupaten Bekasi menghadiri acara pelantikan pengurus komisi,lembaga dan badan Majelis Ulama Indonesia tingkat Jawa Barat, bertempat di Masjid Al -Jabbar Bandung pada Minggu (18/4).
Acara yang dibarengi dengan Istighosah tersebut, dihadiri oleh Ketua Umum MUI pusat, K.H. M. Anwar Iskandar (yang memimpin langsung prosesi pengukuhan). Jend TNI (Purn) Dr.Dudung Abdul Rahman,
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, (menyaksikan pelantikan).
Pengurus MUI Jabar Masa Khidmat 2025-2030, Termasuk Ketua Umum MUI Jabar terpilih, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I. serta jajaran pengurus harian dan komisi.
Perwakilan Kemenag, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Pejabat OPD Jabar, Kepala DKP Jabar, Rinny Cempaka, serta pejabat eselon III.
Tokoh Agama dan Ormas Perwakilan dari pimpinan ormas Islam dan lembaga keagamaan di Jawa Barat.
Ketua MUI Jabar, Aang Abdullah Zein, menyebut, bahwa hari tersebut sebagai momentum penuh kebahagiaan sekaligus penguatan tekad bersama.
“Ini hari yang penuh kebahagiaan bagi kita semua untuk sama-sama mengukuhkan diri. MUI Jabar memiliki semangat khidmah ulama untuk Jawa Barat Istimewa. Prinsip utamanya adalah melayani,” ucap Aang dalam sambutannya.
Ketua Dewan Pengurus Cabang IQOMAH Nusantara Kabupaten Bekasi Imang Markoni, Ust Muhammad Taufik Spd dan
H.Agus Nurdin, usai dikukuhkan yang masuk menjadi pengurus MUI Jawa Barat masa Khidmat 2025-2030, mengatakan terkait pelaksanaan pelantikan pengurus komisi, lembaga, dan badan Majelis Ulama Indonesia tingkat Jawa Barat.
Merupakan satu kehormatan, momentum penting, amanah tersebut,” memperkuat struktur kelembagaan MUI di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa keberadaan komisi, lembaga, dan badan yang baru dilantik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja organisasi, khususnya dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.”Ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengurus yang dilantik harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. Hal ini penting agar peran MUI tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, Imang Markoni menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja nyata dalam membangun umat yang lebih moderat, toleran, dan berakhlak mulia. Ia berharap seluruh pengurus dapat aktif turun ke masyarakat serta menghadirkan solusi atas persoalan umat secara bijaksana.(s).









