Tak Kunjung di Perbaiki, Warga Cilacap Bangun Jalan Dengan Swadaya

Cilacap,aspirasidirect.com
Sebuah pesan keras dan penuh makna datang dari warga Cilacap. Sebuah jalan penghubung yang kini sudah rapi dan bisa dilalui dengan lancar oleh siapa saja, ternyata bukanlah wujud realisasi janji manis para pejabat atau hasil proyek pemerintah. Jalan ini murni lahir dari semangat gotong royong dan keringat warga setempat yang lelah menunggu dan akhirnya memilih bergerak sendiri.(18/5).

Kisahnya bermula saat aspirasi dan usulan pembangunan yang disampaikan warga melalui proposal resmi justru diabaikan, seolah tak ada nilai dan dianggap sekadar angin lalu belaka. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun harapan digantung, janji-janji manis dilontarkan saat masa kampanye atau kunjungan kerja, namun tak pernah ada tindakan nyata yang turun ke lapangan. Tak ada seremoni peletakan batu pertama, tak ada baliho besar bertuliskan nama-nama pejabat, dan tak ada publikasi kemegahan proyek.

“Akhirnya, warga mengambil keputusan bulat: membangun jalan itu dengan kemampuan sendiri, bergotong royong, menyisihkan dana pribadi, dan mengerahkan tenaga secara sukarela. Hasilnya kini terlihat nyata: jalanan sudah terbentuk rapi, kokoh, dan berfungsi melayani kebutuhan mobilitas seluruh masyarakat di sekitarnya.

Ada kalimat pedas namun penuh makna yang beredar di kalangan warga: “Jalan ini bukan hasil janji, tapi hasil keringat. Kini jalannya sudah jadi, rapi, bisa dilewati siapa saja… kecuali mereka yang dulu sibuk berjanji tapi tak pernah datang.”

Fakta ini menyisakan pelajaran besar sekaligus sindiran tajam bagi para pemegang kekuasaan. Sebagaimana ungkapan yang menjadi sorotan publik, “Lucu memang, saat rakyat mampu membangun tanpa kekuasaan, justru kekuasaan yang kehilangan jalan.”ujar warga sekitar.

Keberhasilan pembangunan mandiri ini membuktikan bahwa semangat warga jauh lebih kuat daripada sekadar dokumen administrasi yang terabaikan. Di sisi lain, hal ini juga menjadi cermin buram bagi kinerja birokrasi yang dinilai gagal hadir memenuhi amanat dan kebutuhan dasar rakyatnya. Jalan ini bukan hanya penghubung antar wilayah, melainkan bukti nyata bahwa ketika negara absen.(r).

Related Posts

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92,Lebih dari 10 Kendaraan Terlibat

Kecelakaan beruntun di tol Cipularang

Berita Selengkapnya
SMPN 1 Sukatani Gelar Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Siswa

Maulid SMPN 1 Sukatani

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92,Lebih dari 10 Kendaraan Terlibat

  • 2 views
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92,Lebih dari 10 Kendaraan Terlibat

6,2 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali Negara

  • 4 views
6,2 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali Negara

Dua Pelaku Asusila di Sukatani di Amankan Polisi

  • 5 views
Dua Pelaku Asusila di Sukatani di Amankan Polisi

Ledakan Hebat Terjadi di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City

  • 6 views
Ledakan Hebat Terjadi di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City

Kantor Desa Sukadaya Dirusak OTK, Apa Penyebabnya?

  • 8 views
Kantor Desa Sukadaya Dirusak OTK, Apa Penyebabnya?

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Hari Ini

  • 6 views
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Hari Ini