
Gaza,aspirasidirect.com
Hamas menyerahkan tiga sandera perempuan kepada tim Komite Internasional Palang Merah (ICRC), setelah gencatan senjata resmi berlaku di Gaza sejak Minggu (19/1) pukul 11.15 siang waktu setempat.
Ketiga sandera perempuan tersebut dilaporkan bernama Romi Gonen (24), Doron Steinbrecher (31), dan Emily Damari (28).
ICRC, yang menerima para sandera di Al-Saraya Square di barat Kota Gaza, lalu menyerahkan ketiga sandera tersebut kepada pihak Israel.
Ini menjadi pembebasan sandera perdana yang diikuti pelepasan 90 tahanan Palestina oleh Israel dalam hari pertama gencatan senjata Israel-Hamas.
Dari 90 tahanan Palestina itu, 69 di antaranya adalah perempuan.
Gencatan senjata sempat tertunda sampai tiga jam karena menurut Israel, Hamas tak kunjung memberikan daftar ketiga nama sandera yang akan dibebaskan hari ini.
Hamas mengatakan penundaan pemberian daftar nama sandera akibat “alasan teknis”, juga karena “kompleksitas situasi lapangan” dan “berlanjutnya pengeboman”, sebelum akhirnya menyerahkan daftar nama tersebut sekitar pukul 10.30 pagi.
Selama penundaan hampir tiga jam itu, serangan Israel menewaskan setidaknya 13 orang menurut otoritas kesehatan Palestina.
Berdasarkan kesepakatan, Hamas akan melepas total 33 sandera secara bertahap dalam fase pertama yang berlangsung selama 42 hari, sedangkan Israel akan membebaskan hampir 2.000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Gencatan senjata Israel-Hamas terakhir dilakukan November 2023 — sebulan lebih setelah perang dimulai — yang hanya berlangsung satu pekan.
Konflik Hamas-Israel di Gaza kembali memanas setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 252 orang, menurut penghitungan Israel.
Lebih dari 46.900 warga Palestina tewas dan hampir 111.000 terluka dalam serangan Israel, menurut Kemenkes Gaza.
Israel menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur pada 1967, dan setelahnya terus membangun pemukiman di Tepi Barat.(red).
VOA









