Aceh, aspirasidirect.com – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa langkah ini diambil karena kedua lembaga tersebut memiliki pengalaman dalam menangani bencana serupa, seperti tsunami 2004 yang melanda Aceh.
“Secara khusus Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” kata Muhammad MTA, Minggu (14/12).
Pemerintah Aceh menilai eskalasi kerusakan infrastruktur akibat banjir longsor di 18 kabupaten/kota cukup luas dan membuat ratusan warga kehilangan nyawa dan sebagian dinyatakan hilang.
“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respon kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan konstribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh ini,” katanya.
Hingga hari ini, sudah ada 77 lembaga dan 1.960 relawan yang masuk ke Aceh dalam upaya pemulihan bencana, termasuk lembaga atau NGO lokal, nasional, dan internasional.(rd).








