Bekasi, aspirasidirect.com – Banjir yang tak kunjung surut melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hurip Jaya 02. Sudah empat hari sekolah tersebut terendam air setinggi selutut orang dewasa, memaksa seluruh siswa menghentikan kegiatan belajar tatap muka dan beralih ke pembelajaran daring.
Kondisi di lapangan memperlihatkan potret memprihatinkan dunia pendidikan. Ruang kelas, kantor guru, hingga fasilitas sekolah terendam banjir. Bangunan sekolah terlihat tua dan rusak, dinilai sudah tidak layak lagi digunakan sebagai tempat belajar anak-anak.
Ironisnya, kebijakan belajar dari rumah pun tak sepenuhnya menjadi solusi. Sebab, banyak siswa yang justru tinggal di rumah-rumah yang juga terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa.
“Kami sudah empat hari terendam banjir. Anak-anak terpaksa kami liburkan dan belajar dari rumah. Padahal rumah mereka pun ikut kebanjiran,” ujar Kepala SDN Hurip Jaya 02, Wahyudin. Selasa (13/01/2026)
Ia mengungkapkan, pihak sekolah saat ini lebih fokus menyelamatkan dokumen dan arsip penting yang terendam air. Seluruh peralatan sekolah berada dalam kondisi terdampak.
“Dokumen-dokumen sekolah terendam semua. Kami sedang berupaya melakukan pembenahan seadanya,” tambahnya.
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan banjir. SDN Hurip Jaya 02 disebut telah lama membutuhkan renovasi, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak hanya menangani dampak banjir, tetapi juga melakukan perbaikan menyeluruh terhadap bangunan sekolah.
“Anak-anak butuh tempat belajar yang aman dan layak. Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi sekolah ini dan segera memberikan bantuan,” tegas Wahyudin.
Banjir yang berlarut-larut ini kembali menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap infrastruktur pendidikan, agar proses belajar anak-anak tidak terus menjadi korban bencana tahunan.(s).









