Jakarta, aspirasidirect.com
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta’aruf) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi, dalam acara yang mengangkat tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”.

Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB bersama beberapa anggota Kabinet Merah Putih seperti Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, menghampiri jajaran pimpinan MUI dan menyalami mereka satu per satu. Hadir juga ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Selanjutnya, Presiden Prabowo kemudian berjalan menuju kursinya. Presiden duduk berdampingan dengan Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar, dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, yang merupakan ketua panitia acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”.
Acara pengukuhan pengurus MUI itu turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla.
Nusron Wahid, saat menyampaikan laporannya sebagai ketua panitia acara, menjelaskan acara di Masjid Istiqlal pagi ini dihadiri 58.000 lebih orang. “Alhamdulilah yang hadir dari semua lapisan, dari perwakilan pengurus Majelis Ulama Indonesia se-Jabodetabek, pengurus pondok pesantren se-Jabodetabek, dan majelis taklim se-Jabodetabek, yang pimpinannya hadir di tengah-tengah kita semua,” kata Nusron.
Nusron juga menekankan acara hari ini bukan sekadar silaturahmi dan seremoni biasa, melainkan juga menjadi acara untuk berdoa bersama, terutama di tengah situasi bangsa yang menghadapi berbagai ujian bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
“Dalam kondisi seperti ini, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial. Doa Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan dan empati bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Nusron di tempat berbeda.(rd).








