Karanganyar,aspirasidirect.com
Sugiarto (55) adalah orang pertama yang menemukan jasad Yazid. Sejak awal pencarian, ia memilih menutup telinga dari berbagai spekulasi yang beredar.
“Saya sama sekali mengabaikan isu-isu miring soal hilangnya korban, termasuk kabar pinjol dan lainnya. Fokus saya hanya satu: mencari kemungkinan dia berada di jalur pendakian,” tutur Sugiarto kepada awak media Selasa (11/2).
Menurutnya, Yazid diduga mencoba jalur baru menuju arah sungai jalur yang belum pernah dilalui sebelumnya. Namun kabut tebal yang turun tiba-tiba, ditambah aliran air yang sangat minim, membuat orientasi medan menjadi sangat sulit.
“Sepertinya dia ingin menyeberang ke arah sungai. Tapi kabut turun, airnya tipis, akhirnya tersesat. Dia ngaprak, muter ke mana-mana, sampai akhirnya tidak bisa melanjutkan perjalanan,” Ucapnya lirih.
Sugiarto memperkirakan posisi Yazid berada sekitar 1,7 kilometer ke arah barat dari Pos 3, titik terakhir korban terpantau, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mongkrang.
Jasad Yazid ditemukan tertutup batang pohon pisang yang terbawa arus sungai. Pakaian serta perlengkapan pendakian masih melekat di tubuhnya. “Mungkin karena faktor cuaca, kondisi tubuh korban masih utuh,” tambahnya.
Penemuan ini menjadi akhir dari pencarian panjang pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang sebuah pencarian yang dijalani dengan keterbatasan waktu, medan yang berat, dan harapan yang tak pernah padam.
Sugiarto menyebut lokasi korban ditemukan tergolong ekstrem karena berada di pertemuan aliran sungai. Ia mengingatkan pendaki pemula agar tidak sembarangan mengikuti aliran sungai saat tersesat.
“Kalau anak awam naik gunung, lalu tersesat, aliran sungai yang dia cari. Dengan asumsi cepat sampai ke desa, padahal itu super berbahaya sekali. Karena kalau dari atas kita susur sungai tidak kelihatan ceruk-curuk ini,” imbuhnya. (rd).






