Bekasi, aspirasidirect.com
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim melancarkan gelombang ke-88 serangan rudal dalam Operasi True Promise 4 (Janji Suci/Sejati 4) pada Rabu dini hari, 1 April 2026 waktu setempat. Serangan dengan sandi “Ya Fatimah al-Zahra” ini menggunakan rudal balistik Khorramshahr (hulu ledak hingga 2 ton) dan Sejjil, serta amunisi cluster.
Menurut IRGC, operasi ini ditujukan sebagai balasan atas serangan Israel-AS serta untuk mengenang martir perlawanan di Lebanon, termasuk tiga prajurit TNI Indonesia yang gugur dalam tugas perdamaian (UNIFIL) akibat insiden rudal/ledakan di Lebanon selatan akhir Maret 2026.
“Ledakan dilaporkan terjadi di area tengah Israel, termasuk Tel Aviv, Rishon Lezion, dan Holon. IRGC mengklaim berhasil mengenai sasaran militer dengan dampak kerusakan dan korban jiwa di pihak Israel. Sementara itu, laporan independen menyebutkan sirene peringatan berbunyi, pecahan rudal jatuh di beberapa lokasi, dan sejumlah korban luka (belum ada konfirmasi resmi jumlah korban tewas mencapai ratusan). Israel melaporkan mayoritas rudal dicegat atau jatuh di area terbuka.”laman media PBB.
Situasi di kawasan Timur Tengah tetap tegang di tengah eskalasi konflik Iran-Israel-AS yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Catatan: Klaim korban sangat tinggi (seperti “500 tentara dan warga”) berasal dari narasi IRGC di media sosial dan belum diverifikasi secara independen oleh sumber netral seperti PBB atau media internasional utama.(red).






