Jakarta, aspirasidirect.com
Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan adanya peningkatan aktivitas magmatik Gunung Anak Krakatau sejak awal Juni 2026. Peningkatan ini ditandai dengan emisi gas sulfur dioksida, anomali panas, serta bertambahnya aktivitas gempa vulkanik dangkal.
Hari ini, 3 Juli 2026, status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda naik menjadi Siaga (Level III). Peningkatan status ini menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik yang terus teramati sejak 6 Juni 2026.
Seiring kenaikan status tersebut, menurut
Badan Geologi, masyarakat, wisatawan, nelayan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 km dari puncak.
Dengan demikian, saat ini status Gunung yang Siaga bertambah menjadi 5 yaitu:
Anak Krakatau (Lampung)
MERAPI (DIY-JAWA tengah)
Semeru (Jawa Timur)
Awu (Sulawesi Utara)
Lewotobi Laki-Laki (NTT).









