Bukittinggi, aspirasidirect.com
Rekaman video amatir berdurasi singkat ini memperlihatkan pemandangan yang sangat memalukan sekaligus mengerikan ketika puluhan personel aparat Pemerintah Kota Bukittinggi secara anarkis memanjat pagar besi demi merangsek masuk ke area Kampus Universitas Fort De Kock pada Rabu 22 Juli 2026.
Aksi melompati pembatas luar institusi akademik yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dinilai publik sebagai tindakan yang sangat tidak sopan serta melanggar etika penegakan aturan yang berlaku di negara hukum.
Masyarakat mengecam keras cara-cara koersif ini lantaran pengerahan massa berseragam penegak perda tersebut murni mencerminkan mentalitas premanisme birokrasi yang jauh dari nilai-nilai kesantunan tata kelola pemerintahan.
Invasi paksa tanpa surat izin resmi dari pengadilan ini memicu situasi chaos di lapangan hingga berujung pada insiden pengeroyokan brutal terhadap salah seorang dosen pengajar serta petugas keamanan internal.
Video yang beredar luas di media sosial, kini menjadi sorotan publik,
Keterangan dari pihak kampus,bahwa petugas penegak perda langsung masuk ke kampus, “kata Khairul.
Nalar publik menolak mentah-mentah pembenaran apa pun atas tindakan penyerbuan siber-fisik ini karena area kampus merupakan ruang suci ilmiah yang wajib dilindungi dari segala bentuk intimidasi kekuasaan sepihak.
Video bukti otentik ini kini disebarluaskan secara masif agar pihak Kepolisian tidak memiliki alasan untuk menunda proses hukum dan segera menyeret dalang utama di balik instruksi anarkis ini ke dalam penjara.(red).








