Bekasi, aspirasidirect.com
Fenomena bulan cincin pada dasarnya adalah fenomena optik yang disebabkan oleh cahaya bulan yang dibiaskan oleh kristal es di awan tinggi seperti awan cirrus. Fenomena ini sering kali dianggap sebagai pertanda akan datangnya perubahan cuaca seperti hujan atau cuaca buruk.
Penjelasan ilmiah Penyebab: Cahaya bulan (yang berasal dari pantulan cahaya matahari) melewati kristal es berbentuk heksagonal di awan cirrus atau cirrostratus pada ketinggian sekitar (5) hingga (10) kilometer.Proses: Kristal-kristal es ini membiaskan dan memantulkan cahaya bulan pada sudut tertentu (umumnya (22) derajat), sehingga menciptakan cincin cahaya di sekitar bulan.
Sifat: Cincin bulan ini adalah ilusi optik yang bersifat “pribadi,” artinya setiap orang melihat cincin yang dibentuk oleh kristal es di atas posisi mereka sendiri. Arti dan pertanda cuaca: Dalam pandangan ilmiah, keberadaan awan cirrus yang menyebabkan halo bulan merupakan indikasi datangnya front hangat yang seringkali membawa hujan atau salju dalam waktu dekat.
Pertanda tidak selalu pasti: Meskipun sering dikaitkan dengan cuaca buruk, pertanda ini tidak selalu akurat dan terkadang meleset.Makna budaya: Dalam beberapa kepercayaan lokal, fenomena ini memiliki makna yang lebih luas dan kadang-kadang dikaitkan dengan pertanda bencana alam atau sosial, meski hal ini tidak berbasis ilmiah.
Kejadian itu berada di beberapa wilayah, seperti Bekasi, Jakarta, Karawang dan lainnya.
Salah satu warga di Kabupaten Bekasi Riswan mengatakan, dirinya sempat kaget melihat bulan seperti itu pada pagi hari minggu 9 Nopember 2025.
“Sempat kaget, berpikiran jangan jangan ada musim hujan besar atau musibah lainnya.” Tuturnya.
Penomena tersebut pernah terjadi beberapa waktu silam di Indonesia.(s).







