Bekasi, aspirasidirect.com – Tradisi ziarah makam setelah Hari Raya Idul Fitri memang sangat umum di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk dimakam astana Buyut Kaifah Kp Pulopisang Desa Karanganyar kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi
Berikut beberapa keterangan atau pandangan warga terkait banyaknya orang yang berziarah saat momen tersebutBentuk penghormatan kepada leluhurBanyak warga menyebut bahwa ziarah dilakukan sebagai cara mengenang dan mendoakan keluarga yang telah meninggal.
Momen Idul Fitri dianggap waktu yang tepat karena suasana kembali suci dan penuh pengampunan.Tradisi turun-temurunSebagian warga mengatakan kebiasaan ini sudah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari budaya keluarga. Bahkan ada yang merasa “belum lengkap” merayakan Lebaran jika belum ziarah.
Mempererat hubungan keluargaZiarah sering dilakukan bersama keluarga besar, sehingga selain berdoa, juga menjadi ajang berkumpul dan menjaga silaturahmi.
Meningkatkan kesadaran akan kematianAda juga warga yang berpendapat bahwa ziarah mengingatkan manusia pada kehidupan akhirat, sehingga bisa menjadi refleksi diri setelah menjalani bulan Ramadan.”ujar Sarmin seorang warga yang berziarah. Minggu (22/3).
Dampak keramaian di makamSebagian warga lain menyoroti sisi praktis, seperti meningkatnya kemacetan, parkir penuh, hingga penjual bunga dan jasa kebersihan makam yang ramai. Meski begitu, hal ini juga memberi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.(s).









