Jakarta, aspirasidirect.com
Hari ini tanggal 21 April 2026, tepat lima tahun tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada 21 April 2021. Tenggelamnya kapal selam Nanggala meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kapal selam buatan Jerman ini telah mendukung operasional TNI AL dalam menjaga lautan Nusantara selama 40 tahun.
Kapal selam yang membawa 53 kru ini saat itu diagendakan untuk melakukan latihan penembakan torpedo sebelum hilang kontak pada 21 April 2021. Upaya penyelamatan berlangsung cukup dramatis yang melibatkan banyak pihak baik oleh TNI AL, tim gabungan, maupun bantuan dari negara-negara sahabat. Namun, berbagai upaya keras yang dilakukan tidak membuatkan hasil.
“Tiga hari kemudian kapal selam buatan Jerman ini dinyatakan tenggelam berdasarkan bukti autentik penemuan tumpahan minyak dan serpihan yang ditemukan tim pencari. Kemudian pada 25 April 2021, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam ‘on eternal patrol’ atau dalam patroli keabadian dan seluruh krunya telah gugur.”Dari sumber TNI.
Tim pencari telah memastikan KRI Nanggala tenggelam di kedalaman 838 meter dan terbelah menjadi tiga bagian. TNI AL menyatakan bahwa tenggelamnya Nanggala-402 dimungkinkan terjadi karena adanya faktor alam. KSAL Laksamana TNI Yudo Margono ketika itu menegaskan tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan karena human error. Dia memastikan bahwa proses penyelaman kapal selam yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1981 itu sudah sesuai prosedur.(rd).








