Jakarta, aspirasidirect.com
Rumor pergantian Menteri Keuangan sempat menghebohkan publik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Pada Kamis (4/6/2026) beredar kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan digantikan oleh ekonom senior Chatib Basri. Isu tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan kalangan pelaku pasar.
Namun hingga Jumat pagi (5/6/2026), kabar tersebut dipastikan tidak benar. Baik pihak Istana maupun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah membantah rumor pergantian tersebut.
Meski hanya sebatas rumor, nama Chatib Basri kembali menjadi sorotan publik. Bukan tanpa alasan, ekonom kelahiran 22 Agustus 1965 itu dikenal sebagai salah satu teknokrat ekonomi paling berpengaruh di Indonesia.
Chatib pernah menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah menggantikan Agus Martowardojo pada 21 Mei 2013. Sebelumnya, ia juga dipercaya memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Saat menjabat Menkeu, Chatib menghadapi tantangan besar berupa gejolak ekonomi global akibat kebijakan ‘Taper Tantrum’ Amerika Serikat yang sempat mengguncang banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Meski masa jabatannya hanya sekitar 1,5 tahun, Chatib dikenal karena kebijakan fiskalnya yang disiplin, pengelolaan defisit anggaran yang ketat, serta keberaniannya dalam menangani persoalan subsidi BBM demi menjaga kesehatan APBN.
Munculnya nama Chatib di tengah tekanan terhadap rupiah pun memunculkan beragam spekulasi di publik. Sebagian menilai Indonesia membutuhkan figur ekonom senior untuk menghadapi kondisi ekonomi global yang semakin tidak menentu.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, bahwa dugaan isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa adalah tidak benar.(rd).








