Program Ketahanan Pangan di Desa Karang Anyar di Duga Mark-Up Anggaran

Bekasi, aspirasidirect.com 
Program ketahanan  pangan tahun anggaran 2022 Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dengan nilai anggaran Rp. 180 Juta diduga jadi bahan bancakan.
Hal itu terindikasi dari adanya data penggunaan anggaran tahun 2022, yang di peruntukan dengan judul pemberdayaan masyarakat desa, Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan
pengolahan peternakan, kandang, dll), Jumlah alat produksi dan pengolahan peternakan
yang diserahkan (Ternak Lele Dusun I, II dan III) dengan besaran anggaran yang terealisasi Rp 180.000.000 (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah).
Mirisnya yang direalisasikan kepada masyarakat jauh api dari panggang, dugaan adanya Mark- up angaran dan mencuatnya adanya indikasi perbuatan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) pada program kegiatan tersebut mulai terhembus saat wartawan mendatangi salah rumah yang menerima program ketahanan pangan yang ada di salah satu dusun di wilayah Desa Karang Anyar. Pada Rabu (1/02/2022).
Saat diwawancarai kepada salah satu warga yang mewakili suaminya  sebagai penerima program tersebut mengatakan, bahwa suami hanya menerima 3 terpal untuk tempat ikan, bambu kurang lebih 10 batang, pupuk untuk ikan 2 karung, 1 buah mesin air kecil serta 33 Kg ikan ukuran 1 Kg 12 ekor dan bibit anakan ikan yang masih kecil kecil
“Hampir satu bulan dapat ikan lele ini dari desa, suami saya tidak minta tapi  ditawarkan untuk mengelola ikan lele, jumlah nominal berapa anggarannya saja kami tidak tau,” terangnya ibu rumah tangga yang minta dirahasiakan namanya.
Masih kata dia, ikan ukuran satu kilo dua belas ekor itu banyak yang mati, sehingga tinggal hanya beberapa ekor saja, tempatnya yang disediakan juga hanya 3 kotak pakai terpal, terpal yang besar  ukuran 3 X 2 meter untuk anak ikan yang kecil kecil, kotak terpal kedua yang ukurannya lebih kecil 1 X 1,5 meter  untuk memindahi anak ikan dari terpal besar yang ikannya mulai agak besaran dikit, kotak ketiga itu yang sama ukurannya dengan kotak kedua untuk ikan ukuran sekilo 12 ekor.
“Pada mati ikannya tinggal beberapa ekor baik yang kecil maupun yang gede, suami saya disuruh untuk ngempanin ikan saja dan mengganti air 3 hari sekali,” terangnya.
Mendapatkan penjelasan dari warganya, wartawan mencoba mengkonfirmasi kepala Desa Karang Anyar Arnih Aryani yang kebetulan ada di Desa, dalam penjelasannya dirinya tidak begitu paham dalam penggunaan anggaran tentang program ketahanan pangan dan untuk besaran anggarannya pun tidak mengetahuinya.
“Iya untuk ketahan pangan itu ternak lele, untuk anggaran saya tidak terlalu paham, coba saya panggil dulu pak sekdes yah.” ucapnya Kades kepada wartawan.
Tidak beberapa lama Sekdes Karang Anyar Mulyadi datang, dirinya membenarkan bahwa ikan lele itu sebagai program ketahan pangan ada 3 titik untuk 3 dusun, satu dusun 1 titik dengan total nominal Rp  180 juta.
“Penggunaan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp.180 juta di anggarkan pada tahap III untuk III Dusun, satu dusun atau satu titik Rp 60 Juta untuk program ketahanan pangan,” terangnya Sekdes.
Masih kata sekdes, masyarakat gak akan paham berapa habis total untuk anggaran itu karena mereka hanya mendapatkan barang saja, seperti terpal ikan mesin dan kebutuhan ternak ikan lele lainnya.
Menggali informasi dari pihak Pemerintah Desa serta Kepala Desa sebagai pengguna anggaran, dugaan Mark-Up anggaran pada kegiatan ketahanan  pangan semakin kuat karena dari realisasi yang ada diterima oleh warga sangatlah jauh dari jumlah anggaran yang di gelontorkan sebesar Rp 60 Juta untuk satu titik atau satu dusun.
Pada dasarnya pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan kecukupan pangan bagi seluruh warga Desa, pencapaian kemandirian pangan Desa, dan memastikan Desa terlepas dari kerawanan pangan serta penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dan hewani di Desa, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menerbitkan keputusan Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pedoman Ketahanan Pangan di Desa.(red).

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours