Polisi Sudah Menangkap Pelaku Pembunuhan Aktor Laga Sandy Permana

Bekasi,aspirasidirect.com  –  Pelaku kasus  pembunuhan terhadap  aktor laga  Sandy Permana  sudah ditangkap  Polisi, pelaku  bernama Nanang Irawan alias Gimbal dan saat ini pelaku dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya.

” Siap   sudah ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso di Cikarang, Rabu, (15/01/2025).

Kasat Seno   mengatakan pelaku ditangkap oleh tim gabungan dari Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya. “Nanti disampaikan secara detail di Polda Metro Jaya,” katanya.

Nanang Irawan alias Gimbal (pelaku)

Seperti yang sudah di sampaikan Sandy Permana ditemukan tewas dengan luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Saat dilakukan olah TKP di tubuh korban terdapat luka di bagian kepala bagian kiri 3 centimeter dengan lebar 1 centimeter.

Terduga pelaku merupakan warga yang tinggal satu kompleks dengan korban yakni di Perumahan TNI-Polri RT 05 RW 08, Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saat itu Warga setempat hingga istri korban bahkan telah mengungkap sosok terduga pembunuh aktor laga pemeran sinetron Misteri Gunung Merapi 3 itu.

” Pelaku  Nanang Irawan alias Gimbal (45) terduga pelaku pembunuhan terhadap Sandy Permana pernah tinggal berdampingan dan rumahnya bersebelahan dengan rumah korban,” kata warga setempat Bambang Prayitno (56).

Dia juga mengatakan beberapa tahun lalu terduga pelaku yang juga pernah bekerja sebagai kru film itu tinggal persis di samping rumah korban, namun beberapa lama kemudian rumah tersebut dijual ke salah satu temannya.

” Dia Kru juga, kru film, memang rumahnya pertama sampingan rumah itu terus di-over sama temannya juga namanya Imam. Dia (terduga pelaku) pindah ke sini, masih satu kompleks, tetapi beda gang,” katanya.

Bambang tidak menyebut alasan terduga pelaku memilih pindah ke rumah barunya itu. Sosok Nanang Irawan alias Gimbal pun dikenal baik hanya saja pria berambut gondrong itu lebih pendiam.

” Dia  Orangnya baik, cuma dia pendiam, pendiam saja memang begitu sifatnya,”  ucapnya.

Bahkan istri korban Ade Andriani juga mengungkap sosok terduga pelaku sebagai pribadi yang tertutup dan jarang melakukan sosialisasi dengan warga sekitar.

” Adapun  Ciri-cirinya itu kalau kita di sini memanggil dia limbat, karena rambutnya gimbal, terus orangnya tidak pernah ngomong, badan penuh tato,” kata Ade.

Terduga pelaku tinggal bersama istri dan anak-anaknya dan sudah berdomisili di perumahan tersebut sejak 13 tahun yang lalu. Terduga pelaku diketahui juga pernah bekerja sebagai kru pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji dan Misteri Gunung Merapi 3.

“Kita dekat cuma sama istrinya, kalau suaminya kan dia sama siapa pun dia tidak mau dekat sepertinya,” Tutur  dia.(*).

  • Related Posts

    15 Calon Pengisian Anggota BPD Karangsetia Pengambilan Nomor Urut

    Pengambilan nomor urut calon Pengisian BPD Karangsetia

    Berita Selengkapnya
    Tampak Warga Buka Jasa Angkat Motor Sebrangi Rel, Ini Kata Kepala Daop 1 Jakarta

    Jasa angkut motor sebrangi rel

    Berita Selengkapnya

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Peristiwa

    Presiden Prabowo Perkecil Ketegangan Geopolitik, Bicara di KTT ke-48 ASEAN

    • 2 views
    Presiden Prabowo  Perkecil  Ketegangan Geopolitik, Bicara di KTT ke-48 ASEAN

    Erupsi Gunung Dukono di Maluku Telan Korban Jiwa

    • 3 views
    Erupsi Gunung Dukono di Maluku Telan Korban Jiwa

    Kecelakaan Bus ALS Bertabrakan Dengan Truk Pengangkut BBM

    • 5 views
    Kecelakaan Bus ALS Bertabrakan Dengan Truk Pengangkut BBM

    Debit Air di Cipamingkis Meningkat,BPBD Kab Bogor:Warga Harap Waspada

    • 10 views
    Debit Air di Cipamingkis Meningkat,BPBD Kab Bogor:Warga Harap Waspada

    BPBD Kota Bekasi Terus Pantau Debit Air Yang Mulai Meningkat

    • 10 views
    BPBD Kota Bekasi Terus Pantau Debit Air Yang Mulai Meningkat

    Oknum Seorang Guru Ngaji di Pati,Diduga Lecehkan 50 Santriwati

    • 10 views
    Oknum Seorang Guru Ngaji di Pati,Diduga Lecehkan 50 Santriwati