Air Sungai Berbau, Jurpala Indonesia Berharap DLH Jabar Sidak di Kabupten Bekasi Jangan Asal Ceremony

Bekasi, aspirasidirect.com – Sidak DLH Dugaan pencemaran Sungai Cilemahabang kembali mencuat setelah viral di media sosial. Merespons hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua kawasan industri di Kabupaten Bekasi pada Sabtu (13/7/2025). Namun, langkah ini justru mendapat kritik tajam dari organisasi lingkungan Jurnalis Pecinta Alam dan Peduli Bencana (JURPALA Indonesia).

Air limbah

 

Sekretaris Jenderal JURPALA Indonesia, Sofyan, menilai tindakan DLH Jabar dan DLH Kabupaten Bekasi terkesan reaktif dan hanya muncul setelah ada tekanan publik di media sosial.

“Pencemaran Sungai Cilemahabang sudah berlangsung belasan tahun. Kenapa baru sekarang turun tangan? Jangan hanya karena viral lalu sidak dilakukan. Ini menunjukkan lemahnya komitmen pengawasan,” tegas Sofyan.

Ia juga menekankan bahwa kondisi sungai saat ini sudah sangat memprihatinkan. Air berwarna hitam pekat dan berbau menyengat, sangat berpotensi membahayakan kesehatan warga.

“Warga masih menggunakan air sungai itu untuk mandi, mencuci, bahkan pengairan pertanian. Ini bisa memicu penyakit kulit dan lainnya. DLH harus kerja serius, jangan hanya basa-basi birokrasi,” tambahnya.

DLH Jabar Telusuri Kawasan Industri, Ambil Sampel dari IPAL
Tim DLH Jabar menyisir dua kawasan industri besar yang berada di sepanjang aliran Sungai Cilemahabang, dengan jumlah tenant mencapai 600 hingga 1.000 perusahaan, mulai dari industri tekstil, logam, hingga kimia. Mereka mengambil sampel dari titik outfall (pembuangan akhir) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Petugas DLH menyebut hasil laboratorium akan keluar dalam lima hari ke depan. Jika terbukti melanggar ambang baku mutu, pihak industri akan dikenai sanksi mulai dari administratif, denda, hingga pidana, sesuai PP No. 22 Tahun 2021 dan Permen LHK No. 14 Tahun 2024.

Namun menurut Sofyan, langkah itu belum cukup. Ia menilai pemerintah terlalu sering hanya menunggu laporan warga atau tren media sosial, ketimbang melakukan pengawasan rutin dan terjadwal.

“DLH Kabupaten Bekasi pun sama, hanya pintar berteori tapi nihil aksi nyata. Sementara masyarakat terus jadi korban pencemaran,” pungkasnya.

Seruan Transparansi dan Evaluasi Menyeluruh
JURPALA Indonesia mendesak adanya transparansi terhadap hasil uji laboratorium dan mengungkap identitas perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan. Mereka juga meminta agar pengawasan tak berhenti pada sidak sesaat, tapi harus diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan limbah industri di Kabupaten Bekasi.(s).

Related Posts

Kapolres Metro Bekasi Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kedisiplinan

Kapolres bangun kerjasama kebaikan antar sesama

Berita Selengkapnya
Seskab Teddy Menerima Kunjungan Kepala BNN Membahas Capaian Kerja

Pertemuan Seskab Teddy Dengan Kepala BNN

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Modus Pesan Grab untuk Rampas Motor, Pelaku Begal Dibekuk Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur

  • 4 views
Modus Pesan Grab untuk Rampas Motor, Pelaku Begal Dibekuk Unit Reskrim Polsek Cikarang Timur

Kapolres Karawang Terjunkan Anggota Grebek Rumah Kontrakan, Ribuan Butir Obat Keras Disita

  • 3 views
Kapolres Karawang Terjunkan Anggota Grebek Rumah Kontrakan, Ribuan Butir Obat Keras Disita

Detik detik Pawai Obor di Purwakarta Kecelakaan Saat Sembur Api

  • 10 views
Detik detik Pawai Obor di Purwakarta Kecelakaan Saat Sembur Api

Polsek Tarumajaya Antar Anak Hilang berusia Sembilan Tahun ke Depok, Kembali Bertemu Keluarga

  • 8 views
Polsek Tarumajaya Antar Anak Hilang berusia Sembilan Tahun ke Depok, Kembali Bertemu Keluarga

Insiden Mengenaskan,Seorang Wanita di Brazil Tewas Rope Jumping

  • 10 views
Insiden Mengenaskan,Seorang  Wanita di Brazil Tewas Rope Jumping

Dua Lurah di Kota Kendari Diduga Mesum di Kantor Kelurahan

  • 12 views
Dua Lurah di Kota Kendari Diduga Mesum di Kantor Kelurahan