Tragedi Bunuh Diri Keluarga di Kebumen,Ini Keterangan Kadis Kominfo

Kebumen, aspirasidirect.com
Peristiwa meninggalnya seorang ibu berikut anaknya di Kecamatan Buayan, informasi banyak beredar di masyarakat. Repotnya, informasi ini seringkali tidak akurat. Oleh karena itu, warga diminta bijaksana dan cerdas menyikapinya

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti menghimbau warga dapat bijaksana sekaligus cerdas menyikapinya. “Banyak video beredar tapi bukan video yang sesungguhnya.

“Masyarakat agar cerdas dan hati-hati dalam menerima informasi. Cek dulu kebenarannya. Atau bisa konfirmasi ke Pemkab atau aparat setempat sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya,” Ucap Wahyu, pada Sabtu (10/1/2026)

Wahyu lantas mencontohkan adanya video beredar dan tidak jelas sumbernya, menyebut korban meninggal dalam peristiwa di Buayan tiga orang. Selain itu, informasi ini menyebutkan korban meninggal karena himpitan ekonomi

Namun memang sebenarnya terjadi, Wahyu menyampaikan, korban meninggal dalam peristiwa di Buayan adalah 2 orang. Masing masing AA (35), perempuan warga Kecamatan Buayan dan satu anak lelakinya berumur 6 tahun.

“Hasil penelusuran di lapangan, korban meninggal bukan karena semata keterbatasan ekonomi. Tapi ada unsur korban mengalami depresi karena kelakuan suami dengan perempuan lain,” ujarnya.

Di saat yang sama, Wahyu menghimbau seluruh pihak agar tidak mudah menyebar video atau foto yang terkait peristiwa bunuh diri di Buayan ini.

” Kami mohon jangan memposting ulang atau membagikan video atau gambar apa pun yang menggambarkan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.Karena akan menimbulkan traumatis dan kecenderungan “penularan” terhadap perilaku serupa.”

‘Meminta untuk menyamarkan blur wajah anak dibawah umur yang terkait kekerasan atau terdampak perilaku menyimpang,” ujarnya

Wahyu menegaskan, Pemkab dalam hal ini Bupati fokus memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian. Bupati telah menegaskan mereka memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum.

Harapannya, tragedi seperti ini tidak terulang kembali. “Sebagai langkah jangka panjang, Bupati juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar mereka memiliki penghasilan stabil sehingga dapat fokus mendampingi tumbuh kembang sang keponakan di lingkungan yang aman,” tuturnya

Seperti diberitakan, AA, adalah perempuan asal Kecamatan Buayan yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada 6 Januari 2026.

Pada saat itu, ia mengajak sang buah hati hingga keduanya meninggal.

Dalam kejadian ini, ada satu anak AA yang lain, masih berusia 8 tahun. Anak perempuan ini selamat karena menolak ajakan sang ibu. Namun, ia harus meski menyaksikan ibu dan saudaranya meninggal.(rd).

Related Posts

Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

Deklarasi damai para calon kades se-Kecamatan Karang Bahagia

Berita Selengkapnya
Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

Bantuan air bersih

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

  • 2 views
Calon Kades se-Kecamatan Karang Bahagia Deklarasikan Pilkades Damai

Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

  • 3 views
Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi 85.574 Jiwa Terdampak,BPBD Sigap Bertindak

Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Ini Keterangan Balai Besar

  • 7 views
Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Ini Keterangan Balai Besar

KPK Geledah Rumah Anggota Polri Terkait Kasus Mantan Bupati Bekasi

  • 8 views
KPK Geledah Rumah Anggota Polri Terkait Kasus Mantan Bupati Bekasi

Pengambilan Nomor Urut Calon Kepala Desa Karangsatu Mendapat Pengamanan TNI-Polri

  • 10 views
Pengambilan Nomor Urut Calon Kepala Desa Karangsatu Mendapat Pengamanan TNI-Polri

Api Melalap Gudang Palet di Cikarang Utara

  • 11 views
Api Melalap Gudang Palet di Cikarang Utara