Bekasi,aspirasidirect.com – Aksi kekecewaan warga memuncak, kantor Kepala Desa di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, disegel masyarakat pada Jumat (13/02/2026) siang.
Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan mandeknya penyaluran BLT Dana Desa serta tuntutan transparansi anggaran.
Ketua Formades FM Pantai Mekar, Darman, menyebut aksi tersebut merupakan puncak kesabaran warga setelah delapan bulan memperjuangkan kejelasan bantuan dan kinerja pemerintah desa. Ia menegaskan warga telah berulang kali menyampaikan aspirasi, namun tidak mendapat tanggapan memadai.
“Sudah delapan bulan kami berjuang menyampaikan aspirasi. Hari ini adalah batas akhir kesabaran kami. Percuma ada kegiatan jika hanya merugikan masyarakat,” tegasnya di lokasi aksi.
Menurut Darman, masyarakat berharap kepala desa mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Namun, warga justru menilai tidak ada hasil kinerja yang jelas selama masa jabatan berjalan, meski anggaran desa dinilai besar.
Warga juga menyoroti sulitnya memperoleh salinan APBDes sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran.
Mereka mengaku telah melayangkan laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Negeri (Kajari), namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan.
Tak hanya itu, laporan juga telah disampaikan kepada Polres Metro Bekasi melalui Kapolres Sumarni. Namun warga menilai proses penanganan belum menunjukkan hasil konkret.
“Kami ingin supremasi hukum ditegakkan. Ini langkah terakhir kami agar masyarakat tidak terus dibohongi kepala desa yang diduga korupsi,” tambah Darman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Pantai Mekar, kecamatan setempat, maupun pihak kepolisian terkait penyegelan kantor desa tersebut.(s).






