Bekasi, aspirasidirect.com
Insiden kecelakaan rangkaian kereta terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Peristiwa tersebut melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek.Senin (27/4).
Berdasarkan informasi awal, kejadian bermula saat sebuah KRL menabrak taksi di perlintasan rel sebelum memasuki area stasiun. Setelah insiden tersebut, posisi KRL berada di jalur dan menyebabkan gangguan perjalanan kereta lainnya.
Di waktu yang hampir bersamaan, terdapat KRL lain yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Diduga, Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) terlambat memberikan informasi kepada kru KA Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur yang sama.
Saat KA Argo Bromo Anggrek mendekati stasiun, sinyal yang semula menunjukkan hijau mendadak berubah menjadi merah. Namun, karena kereta melaju dalam kecepatan tinggi dan jarak yang sudah terlalu dekat, masinis tidak sempat melakukan pengereman optimal hingga akhirnya terjadi tabrakan dengan KRL di depannya.
Akibat kejadian tersebut, terjadi temperan antara KA jarak jauh dan KRL Commuter Line yang menimbulkan kerusakan cukup parah pada bagian rangkaian kereta.
Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jasa kereta api. Sejumlah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi KRL yang ringsek usai dihantam lokomotif, serta proses evakuasi penumpang yang dilakukan oleh petugas bersama masyarakat.
VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia, Karina Amanda, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak KAI Commuter saat ini tengah fokus melakukan penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian.
Ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 orang yang teridentifikasi meninggal dunia. Ini kami upayakan secepatnya,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.(rd).








