Bekasi, aspirasidirect.com – Banyak pikiran, kekhawatiran, dan tekanan emosional yang berlangsung terus-menerus tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh.
Thabib Man S.E., M.M., menjelaskan, kondisi tersebut kerap ditandai dengan sejumlah keluhan, seperti nafsu makan menurun, perut terasa penuh atau kembung, sulit tidur, tubuh mudah lelah hingga kepala terasa berat.
Menurutnya, dalam ilmu kedokteran modern, stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem saraf, hormon, pencernaan, kualitas tidur, hingga daya tahan tubuh. Karena itu, pengelolaan stres menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Sementara dalam perspektif Pengobatan Tiongkok Klasik, kondisi terlalu banyak berpikir, khawatir dan memendam beban pikiran dikaitkan dengan terganggunya fungsi Limpa. Dalam konsep tersebut, Limpa memiliki peran dalam proses pengolahan makanan dan pembentukan energi tubuh.
“Ketika fungsi Limpa terganggu, proses pencernaan menjadi kurang optimal sehingga dapat muncul berbagai keluhan, seperti nafsu makan berubah, perut terasa penuh, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, BAB tidak teratur, tubuh terasa berat dan tidur kurang nyenyak,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, dalam teori pengobatan klasik dapat berdampak pada pembentukan Qi dan Darah. Kondisi itu digambarkan dapat membuat tubuh lebih mudah lelah, wajah tampak kusam, daya tahan tubuh menurun dan proses pemulihan menjadi lebih lambat.
Selain Limpa, kondisi pikiran yang terus-menerus juga dikaitkan dengan Jantung dalam konsep Pengobatan Tiongkok Klasik. Jantung dipandang sebagai tempat bersemayamnya Shen, yang berkaitan dengan kesadaran dan ketenangan batin.
Gangguan ketenangan batin tersebut dapat ditandai dengan rasa gelisah, sulit tidur, mimpi berlebihan hingga kesulitan untuk merasa tenang.
Perubahan pola makan juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami tekanan pikiran. Sebagian orang mengalami penurunan nafsu makan, sementara sebagian lainnya justru memiliki keinginan makan berlebihan, terutama terhadap makanan atau minuman manis.
Thabib Man menyampaikan, pengelolaan kondisi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan atau herbal. Pola hidup sehat dan kemampuan mengelola beban pikiran juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tidur yang cukup, menghindari kebiasaan begadang, makan secara teratur dan tidak berlebihan, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula serta makanan olahan ketika sedang mengalami stres.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, meluangkan waktu bersama keluarga, serta tidak memendam persoalan seorang diri juga dinilai penting. Jika menghadapi masalah yang berat, seseorang dianjurkan mencari dukungan dari orang yang dipercaya.
Dari sisi spiritual, mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, zikir, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya juga menjadi bagian dari upaya memperoleh ketenangan hati.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang mukmin yang mengalami kelelahan, penyakit, kesedihan, kegelisahan maupun berbagai gangguan akan mendapatkan penghapusan sebagian dosa-dosanya atas apa yang dialaminya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Thabib Man menegaskan, banyak pikiran bukanlah satu-satunya penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan. Namun, tekanan dan stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
“Karena itu, jagalah tubuh dengan makanan yang baik, istirahat yang cukup dan aktivitas fisik yang teratur. Jangan lupa menjaga hati dengan iman, sabar dan tawakal kepada Allah SWT,” pesannya.
Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, pengelolaan emosi, pola hidup sehat dan kedekatan spiritual, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan kondisi tubuh dan pikiran yang lebih baik.(red).










