Jakarta, aspirasidirect.com
Brigjen Pol Hengki Haryadi masuk dalam daftar mutasi ratusan pati dan pamen Polri. la kini dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.
Mutasi tersebut tertuang dalam Telegram Kapolri ST/1877/VIII/KEP./2026 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo atas nama Kapolri dan berlaku mulai Minggu (30/8/2026).
Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Sebelumnya, lulusan Akpol 1996 itu menjabat sebagai Wakapolda Riau, yang kini diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Nama Hengki dikenal melalui rekam jejaknya di bidang reserse. Pada 2013, saat menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, ia terlibat dalam penangkapan Rosario de Marshal alias Hercules.
Rekaman wawancara Hengki dengan Najwa Shihab terkait penangkapan Hercules juga kembali ramai dibicarakan di media sosial.
Di Jakarta, Hengki pernah menjabat Kapolsek Metro Gambir, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat hingga Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Saat menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya pada 2022, Hengki antara lain menangani pengungkapan kasus mafia tanah dengan menetapkan 30 orang sebagai tersangka.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Pada Januari 2026, Hengki resmi menjabat Wakapolda Riau. Kini, ia mendapat amanah baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Dengan rekam jejaknya menangani berbagai kasus kriminal, termasuk premanisme di Jakarta, sosok Hengki kembali menjadi perhatian di tengah persoalan premanisme yang masih disorot di Ibu Kota.(s).








