Proyek Pengaspalan Jalan Pule Pulosirih, Pengawas dan Konsultan Diduga Jadi Macan Ompong

Estimated read time 3 min read

Bekasi, aspirasidirect.com
Pekerjaan Pemeliharaan Pengaspalan jalan Pule – Pulosirih di duga tidak sesuai Rencana Anggara Biaya ( RAB ) yang di tentukan Dinas, sebab tidak semua ketentuan dari Dinas yang tercantum di Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) banyak di abaikan oleh pihak Kontraktor yang di langgar, seperti tidak adanya papan kegiatan proyek papan informasi ,tidak memakai mesin kompresor pembersih debu dan tidak adanya rambu rambu lalulintas dan untuk membersihkan debu manual memakai sapu lidih. Pemeliharaan pengaspalan jalan Pule Pulosirih dengan panjang 200 meter, lebar 5 meter tidak pakai Asphalt Treated Base ( ATB ) yang merupakan beton aspal campuran panas ( Hot Mix ) yang berfungsi sebagai lapisan Pondasi . ATB tersusun faksi faksi material berbutir ( AGRREGAT ) aspal sebagai pengikat sesuai spesifikasi yang telah di tentukan, Jumat 15/12/2023.

Edang (Kopral) selaku pengawas dari Dinas ketika di konfirmasi terkait pengaspalan, berapa ketebalan aspal ketika ditanya para awak media Endang ( Kopral ) menjawab “untuk ketebalan Asphalt Treated Base ( ATB ) itu 2 cm dan untuk lapisan atas itu 4 cm jumlah lapisan bawah beton dan lapisan atas aspal 6 cm,” Ucap Endang (Kopral) kepada para awak media

Lanjut awak media menanyakan terkait persyaratan apa yang tercantum di Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) kenapa tidak ada papan kegiatan atau papan informasi, tidak adanya mesin pembersih debu ,plang Lalin dan tidak adanya yang pengantur Lalin serta lampu penerangan, jawab Endang “saya sudah memberi tahukan terhadap pelaksana pekerja,” Ucapnya sebagai pengawas.

Konsultan ketika di wawancara para awak media cuma mengatakan bahwa saya cuma perwakilan dari Leader bahwa yang bersangkutan sedang keluar kota untuk saat ini saya hanya perwakilan mencatat apa yang ada di lokasi, keterangan perwakilan konsultan , ketika media menanyakan kapasitas konsultan atau pungsi daripada konsultan itu di lokasi, konsultan menjawab saya hanya melihat kegiatan saja,” ujarnya

Nasum yang merupakan kepala urusan (Kaur) bidang Trantib di Desa Karang Setia Kecamatan Karang Bahagia angkat bicara terkait pengaspalan di jalan raya Pule Pulosirih yang sangat Miris dengan ketebalan hanya 1.5 cm.

“Saya mohon atas nama masyarakat dan pemerintahan Desa Karang Setia aspalnya di Normatifkan sesuai kata pengawas ketebalan nya 4 cm , saya ga minta apa apa yang penting pengaspalan sesuai RAB Normafinya ya 4 cm ,” pungkasnya

Dalam hal ini warga menilai, bisa saja konsultan dan pengawas sekongkol dengan pemborong sebab apa yang di lihat di lokasi pengaspalan menuai banyak protes masyarakat, terkait ketebalan yang jauh maksimal hanya 1.5 cm yang seharusnya ketebalan 4 cm.

Ketebalannya tidak memakai Asphalt Treadet Base ( ATB ) yang seharusnya pakai 2 cm dan jumlahnya menjadi 6 cm , aspal atas dengan ATB tersebut, ini tidak pakai ATB sehingga konsultan dan pengawas membiarkan pekerjaan yang tidak maksimal.

Sementara konsultan tersebut berasal dari PT GANESA yang mewakili ROMLI sebagai leadernya yang tidak datang ke lokasi.

Dalam hal ini masyarakat menduga adanya pencurian Asphalt Treadet Base ( ATB ) nya yang panjang 200 meter dan lebar 5 meter, karena lapisan atas sebagai perekat.Coba bisa dihitung berapa kerugian bagi masyarakat

Diharapkan Dinas disperkimtan Kabupaten Bekasi dapat menindak lanjuti perihal pemberitaan yang menjadi asumsi masyarakat sebagai sosial kontrol.(s).

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours