Bogor, aspirasidirect.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban yang terseret luapan arus sungai Ciliwung pada senin (3/3) sekitar pukul 09.45 WIB pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan setelah unsur SAR gabungan menerima informasi dari masyarakat yang melihat jenasah berada di Bantaran Sungai Ciliwung tepatnya di Jembatan Cijulang Bogor. Tim SAR gabungan melakukan upaya pengangkatan korban yang tertimbun tanah di Bantaran Sungai Ciliwung. Setelah itu jasad korban kemudian dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Akhirnya pagi ini unsur SAR gabungan menemukan korban yang diketahui bapak Asep (50) pada radius kurang lebih 7 KM dari lokasi kejadian.” ungkap Desiana Kartika Bahari, S.E., M.H., QGIA., QIA., Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR.
Dirinya juga menegaskan bahwa upaya pencarian dilakukan dari minggu (2/3) malam tadi setelah tim mendapatkan informasi bahwa telah terjadi banjir bandang di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Megamendung. Kejadian bermula ketika kediaman rumah Bapak Asep (50) terkena dampak akibat meluapnya sungai Ciliwung dan berusaha menyelamatkan diri serta keluarganya. Namun naas karena derasnya arus sehingga pria paruh baya tersebut terseret arus sungai Ciliwung dan tenggelam. Peristiwa tersebut terjadi pada minggu (2/3) sekitar pukul 22.00 WIB di Belakang SMP AL Barokah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Puluhan personil unsur SAR gabungan dikerahkan dalam kejadian tersebut, diantaranya terdiri dari Unit Siaga SAR Bogor, BPBD Kab.Bogor, BPBD Kota Bogor, Damkar Kab.Bogor, SAR Delta Brimob POLRI, Polres Bogor, Babinsa Citeko, Polsek Citeko, Aparatur Kecamatan Cisarua, Aparatur desa Citeko, APPI, REPOTIN, AMS Rescue, RMB, FPRB, RAPI, RELASI, PMI Kab.Bogor, IEA, Salam AID, Mapala Kesatuan, KSB, Pramuka Peduli Ciawi, Team SOAR, SSBH, WMI, ESLAN, Relawan BSMI, dan IJP.(*).








