Bandung, aspirasidirect.com
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) mengungkap temuan penting terkait aktivitas tektonik dan vulkanik di kawasan Gunung Ciremai, lur.
Penelitian itu dilakukan di wilayah Lingkar Timur Kuningan dan menemukan bukti bahwa deformasi tektonik di kaki Gunung Ciremai ternyata masih terekam jelas dalam lapisan tanah vulkanik purba. Temuan tersebut diperoleh lewat analisis geokronologi serta pemetaan LiDAR presisi tinggi terhadap endapan gunung api.
Peneliti Ahli Muda PRKG BRIN sekaligus ketua tim penelitian, Sonny Aribowo, menjelaskan bahwa salah satu temuan paling unik berasal dari metode carbon dating. Dari hasil penelitian itu ditemukan lapisan endapan berumur sekitar 22 ribu tahun justru berada di atas lapisan yang lebih muda, yaitu sekitar 20 ribu tahun.
Menurut Sonny, kondisi tersebut menjadi bukti kuat adanya aktivitas sesar naik atau thrusting setelah periode 20 ribu tahun lalu. Artinya, lapisan tanah yang lebih tua pernah terdorong naik ke atas lapisan yang lebih muda akibat tekanan tektonik besar.(16/5).
Tidak hanya itu, peneliti juga menemukan indikasi sesar normal pada endapan berumur sekitar 16 ribu tahun. Temuan ini diduga berkaitan dengan fase penyeimbangan sedimen setelah tekanan tektonik besar atau kemungkinan jejak gempa bumi purba yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Riset ini juga membedakan karakter material endapan jauh (distal) dan endapan dekat (proksimal) Gunung Ciremai. Dari analisis unsur jejak dan diagram TAS, endapan distal diketahui memiliki karakter sedimen vulkanik basaltik sub-alkalin dengan kandungan besi tinggi dan silika rendah.
Penelitian tersebut dinilai penting karena dapat membantu ilmuwan memahami sejarah aktivitas tektonik dan vulkanik di Pulau Jawa, termasuk potensi pengulangan gempa bumi maupun aktivitas geologi besar di masa mendatang.(red).








