Bekasi,aspirasidirect.com
Sebagai upaya mengatasi banjir akibat air laut pasang (rob) yang telah bertahun-tahun menjadi keluhan warga, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi melaksanakan karya bakti pembangunan pintu air dan pemasangan cerucuk bambu penahan sampah di pertemuan Kali Ciherang dengan Kali CBL, Kampung Pondok Dua, Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald Simbolon, dengan melibatkan sekitar 70 personel TNI dari Kodim 0509 bersama seluruh jajaran Koramil di wilayah Kabupaten Bekasi.
Pembangunan pintu air ini dinilai sangat penting karena memiliki fungsi ganda. Selain mengendalikan aliran air untuk kebutuhan tambak warga, pintu air juga berfungsi menahan masuknya air laut pasang ke kawasan permukiman yang selama ini kerap menyebabkan banjir rob hingga berbulan-bulan. Sementara cerucuk bambu dipasang sebagai penahan sampah agar tidak menyumbat aliran sungai sekaligus membantu memperkuat bantaran sungai dari ancaman longsor.
Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald Simbolon mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan banjir rob dan penumpukan sampah di aliran sungai.
“Pembuatan pintu air dan pemasangan cerucuk bambu ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD, khususnya Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, terhadap permasalahan yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat. Setelah menerima laporan dan melihat langsung kondisi di lapangan, kami memutuskan untuk segera mengambil langkah nyata melalui karya bakti bersama seluruh jajaran.” Ujar Dandim.
Beliau juga menambahkan keberhasilan upaya ini tidak hanya bergantung pada TNI. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah ke sungai, karena sungai yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Pencegahan akan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi banjir.” Tambahnya.
Berkat gotong royong puluhan personel TNI, proses pembangunan pintu air dan pemasangan cerucuk bambu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima jam.
Selain mengapresiasi semangat anggotanya, Dandim juga mengingatkan seluruh jajaran Koramil agar terus menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian sungai.
Salah seorang warga Kampung Pondok Dua, Sayut, mengaku bersyukur atas pembangunan pintu air tersebut. Menurutnya, wilayah mereka hampir setiap musim hujan terendam banjir hingga mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter dan dapat bertahan selama tiga bulan.
“Selama ini kalau banjir bisa lama sekali surutnya, sampai tiga bulan. Baru kali ini ada solusi seperti ini. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dandim dan seluruh anggota TNI yang sudah membantu warga,” ungkap Sayut.
Dengan dibangunnya pintu air dan sistem penahan sampah tersebut, diharapkan aliran Kali Ciherang dan Kali CBL menjadi lebih terkendali, air laut pasang tidak lagi mudah masuk ke permukiman warga, serta sampah yang selama ini menyumbat aliran sungai dapat diminimalisir sehingga risiko banjir di wilayah Desa Huripjaya dapat berkurang secara signifikan. (s).









