Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah

Jakarta,aspirasidirect.com – Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah perairan utara Sulawesi pada Senin pagi (8/6/2026), memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur atau sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa berada pada kedalaman 105 kilometer.

Akibat gempa tersebut, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah, antara lain Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Getaran gempa juga dilaporkan dirasakan di sedikitnya 17 wilayah, mulai dari Pulau Morotai di Maluku Utara hingga Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sejumlah laporan awal dari masyarakat menyebutkan adanya gelombang tsunami kecil yang teramati di tiga wilayah pesisir. Namun hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait masih melakukan verifikasi dan pemantauan lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data dari Pusat Gempa Nasional, karakteristik sumber gempa itu berada di zona subduksi aktif Laut Filipina.

Selain itu, gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan di sejumlah daerah yang terdampak getaran kuat. Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan maupun data korban jiwa dan korban luka.

Di waktu yang hampir bersamaan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Filipina, sekitar 70 kilometer dari Polomolok, Cotabato Selatan. Gempa tersebut turut dirasakan di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Malaysia.

Pemerintah daerah, BPBD, BMKG, serta instansi terkait masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan kondisi terkini pascagempa. Masyarakat di wilayah pesisir yang sebelumnya masuk dalam area peringatan tsunami diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah setempat serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Hingga saat ini, proses asesmen dampak dan pengumpulan data masih berlangsung, sementara aktivitas pemantauan gempa susulan terus dilakukan oleh BMKG guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan.(r).

Related Posts

Polsek Serang Baru Polres Metro Bekasi Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Nagasari

Bantuan air bersih

Berita Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Polsek Serang Baru Polres Metro Bekasi Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Nagasari

  • 3 views
Polsek Serang Baru Polres Metro Bekasi Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Nagasari

Pj Kepala Desa Karangrahayu Klarifikasi Aksi Ormas Terkait Tunggakan Biaya Proyek

  • 6 views
Pj Kepala Desa Karangrahayu Klarifikasi Aksi Ormas Terkait Tunggakan Biaya Proyek

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Wanita Muda, Selama Bertahun tahun

  • 6 views
Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Wanita Muda, Selama Bertahun tahun

Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya, Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79

  • 5 views
Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya, Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79

Laka Tunggal Mobil Tabrak Tiang Lampu Penerangan di Bandung

  • 7 views
Laka Tunggal Mobil Tabrak Tiang Lampu Penerangan di Bandung

Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama

  • 6 views
Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama